Minggu, 21 Mei 2017

Bhumisuta Telah Berpentas

 Studio Teater bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman beserta personil TbR dan WdP telah mementaskan karya pertunjukan bertema selebrasi yang dikerjakan secara kolaboratif "Bhumisuta". Pementasan ini lebih disebut sebagai pertunjukan selebrasi karena konsep tata adegan serta pilihan visualisasi disengaja untuk menyampaikan pesan tertentu secara ringan, renyah dan verbal. Ia tidak mengandung unsur estetika teater panggung yang ndakik-ndakik dan njlimet. Bhumisuta menceritakan tentang kerusakan alam akibat ulah manusia dan pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Pertunjukan ini mengajak penonton untuk bersama menjaga alam semesta. Pilihan visualisasi untuk menyampaikan pesan ringan dan universal ini merupakan kombinasi atau kolaborasi antara musik, mantram, puisi, lagu, tari, drama dan eksplorasi tata rias, busana serta piranti pentas.


Tata tari dikerjakan secara bersama oleh Dinda, Sekar, Ambar, dan Pita. Tata gerak orang-orang desa dikerjakan secara bersama oleh Gilbo, Choliq, Awis, Nimas, Lulu, Inan dengan koordinasi Dila. Tata gerak mesin dikerjakan bersama oleh Chitto, Tama, Ucik, Endah, Eva, Djury, di bawah koordinasi Bagus. Musik ditata oleh Daan dan Tatag. Pembaca puisi Kelik Kenthir dan Eko Ompong. Penyanyi Dinda dan tata artistik dikoordinasi sepenuhnya oleh Becak. Seksi latihan dan konsultan tandem adalah Andri Surawan. Pentas model selebrasi "Bhumisuta" ini memang sejak awal dirancang sebagai bentuk pendidikan dan pemberdayaan sumber daya seni muda sehingga tidak ada penyutradaraan secara ketat dan khusus. Semua elemen bergerak berdasar konsep atau dasar pikiran adegan yang ada dan kemudian diwujdukan dalam ekspresi sesuai kelompok kerjanya. Segala pernik pementasan coba dirancang dan dibuat sendiri dengan semangat "kreasi cipta sejelek apapun lebih tulus, tangguh, dan berani dibanding menyewa!".


Dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman membuat proses "Bhumisuta" berjalan dengan baik. Karya ini dipentaskan pada tanggal 21 Mei 2017 di Anjungan DIY Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada acara Parade Teater Yogyakarta. Selamat untuk teman-teman "Bhumisuta" yang telah mau belajar bersama-sama. Sip!!


Sabtu, 29 April 2017

Bhumisuta

Teman-teman TbR diminta oleh Dinas Kebudayan Kabupaten Sleman untuk mengkreasi teater modern untuk program bulan Mei 2017. Setelah melalui beberapa koordinasi kepada teman-teman dari beberapa komunitas atas kesediaan tenaga dan waktunya, permintaan ini pun dilaksanakan. Dengan tema kerja "seperti biasanya", Studio Teater bersama personil TbR mulai mengerjakan konsep pementasan yang mengedepankan proses kolaborasi antarcabang seni pertunjukan. Judul persembahan pertunjukan teater ini adalah "Bhumisuta". Pesan yang coba disuarakan dalam pertunjukan ini adalah perawatan kehidupan dan alam semesta. Manusia pada dasarnya adalah bagian dari alam, namun perkembangan pikiran modern terkadang mendorong manusia untuk berada di atas alam. Pemikiran semacam ini banyak melahirkan tindak eksploitatif yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Oleh karena itu dengan kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari alam, maka tindak eksploitasi ini menjadi teredam. Karena merusak alam sama dengan merusak kehidupan manusia, Pertunjukan ini rencananya akan dibawakan sekira 25 personel. Kolaborasi do'a, musik, puisi, lagu, teater, tari dan rupa dihadirkan ke dalam 8 adegan Bhumisuta yang akan dipentaskan tanggal 21 Mei di TMII Jakarta. Latihan diadakan hampir setiap hari dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk kemudian dipresentasikan dalam latihan running. Sip!! 

Kamis, 20 April 2017

Latihan Teknik Dasar Pemeranan

Teman-teman TbR di Studio Teater semenjak akhir bulan Februari menggelar latihan dasar teknik pemeranan. Latihan dengan jadwal seminggu 2 kali (tapi terkadang juga sekali, tergantung kondisi) ini selalu diawali dengan theatre games sebagai pemanasan, Proses didekati dengan menggunakan format adegan improvisasional baik dalam bentuk adegan individu, pasangan ataupun kelompok. Topik setiap adegan disesuaikan dengan teknik dasar yang ingin dipelajari. Pada saat latihan teknik muncul sesi awal di mana para pemain harus memahami area panggung, arah hadap dan garis laku, semua menjadi tegang. Hal ini dikarenakan setiap orang harus memahami semua hal tersebut melalui instruksi yang diberikan oleh temannya. Pemberi instruksi pun tak kalah seriusnya karena ia harus mencatat apa rencana arahan yang harus dilakukan oleh temannya. Lathan dasar pemahaman panggung dalam teknik muncul ini terasa menarik karena semua orang harus mencatat rencana arahan laku. Dan, mencatat adalah hal yang kurang terbiasa karena  basis dari latihan sebelumnya adalah improvisasi. Teknik dasar pemeranan lain yang dilatihkan di antaranya adalah teknik timing, kontras, teknik jeda dan teknik irama. Semua teknik dasar ini dilakukan dalam penggal adegan. Dari sesi latihan teknik yang sedikit tidak terbiasa ini diharapkan para pemain dapat menerapkannya dalam TbR. Sehingga ketika pada saat TbR dipentaskan, hal-hal teknis ini bisa menjadi perhatian dan membuat nomor pementasan memiliki cita rasa baru.

Selasa, 14 Februari 2017

ToT Theatre Games

Studio Teater menyelenggarakan agenda training on trainers theatre games. Agenda ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan trainer dalam memberikan workshop theatre games. Program dibagi menjadi 2  sesi. Sesi pertama adalah peerteaching dimana calon trainer mencobakan cara memberikan materi theatre games kepada peserta yang semuanya adalah teman sendiri. Setelah itu calon trainer yang dalam hal ini adalah Djurry dan Bagus mendapatkan masukan tentang metode dan strategi pelatihan. Sesi pertama dilaksnakan pada tanggal 8, 10, 14, dan 17 Februari. Peserta ToT sesi 1 merupakan anggota theatre by request, mahasiswa teater ISI Yogyakarta dan 2 orang mahasiswa asing dari Eropa Timur. Setelah itu, workshop theater game yang sesungguhnya (praktik lapangan) dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2017 di ISI Yogyakarta dengan trainer Bagus dan tanggal 24 Februari 2017 di UNY dengan trainer Djurry. Agenda ToT ini sangat penting bagi studio teater selain sebagai bentuk penyebaran metode theatre games juga diharapkan dapat menghasilkan pemateri yang memahami metode theatre games dengan lebih  baik. Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk mendukung program kerja Theatre by Request di bawah manajemen Whani d Project yang akan menyelenggarakan pentas dan workshop di sekolah-sekolah. Sip.

Sabtu, 14 Januari 2017

TbR dan Anak-anak

Theatre by Request mendapat undangan dari PT Regina Realty Jakarta untuk berpentas dan melaksanakan theatre games pada tanggal 14 Januari 2017 di Graha Regina Jakarta. Acara ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang pada hari itu mereka berjumlah sekira 50-an orang. Program pendidikan luar sekolah bagi anak-anak ini merupakan salah satu progam rutin mingguan yang diselenggarakan oleh PT Regina Realty. Dalam kesempatan ini TbR menyajikan sekira 10 nomor adegan dan beberapa nomor theatre games. Anak-anak yang masih berada dalam usia sekolah dasar ini sangat antusias untuk terlibat selama pertunjukan yang memang berkonsep kolaboratif improvisasional ini. Mereka saling berebut untuk memilih adegan, tema, dan pemain. Bahkan pada saat nomor kontrol dimana mereka harus menjadi sutradara langsung dalam sebuah adegan, mereka nampak bersemangat. Tanpa banyak keterangan dan ajakan dari Host, mereka langsung bisa, mau, berani, dan bersemangat untuk melibatkan diri. Hal ini sangat istimewa karena biasanya dengan penonton yang lebih dewasa Host harus menjelaskan detail konsep dan mengajak penonton untuk mau terlibat. Sementara, anak-anak ini sama sekli tidak terlihat canggung untuk ikut bermain. Juga pada saat theatre games dilaksanakan, anak-anak tambah bersemangat untuk mengikutinya. Dengan pengalaman berharga ini TbR mulai harus kembali belajar untuk mengakomodasi penonton anak-anak dengan materi nomor serta gaya penyajian yang disesuaikan. Sip!!